Masih saja ku bertanya …
Hari ini, saat pergi ke kampus.
Menjalani rutinitas seperti biasa. Rutinitas yang terkadang membuatku merasa
bosan. Aku bertemu dengan seseorang yang membuatku merasakan hidup ini lebih
dari sekedar makan, minum, dan bernafas. Membuat hidup ini lebih berarti. Dia
yang hampir dua tahun ini menjadi ‘penghuni’ kampus, baru sekarang aku
berpapasan dan bertatap muka di kampus. Konyol memang, tapi mungkin karena aku
saja yang jarang menginjakkan kakiku di sana.
Melihatnya berjalan di lorong dengan postbag di bahunya, sungguhku merasakan
sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang aku sendiri menjadikannya sebuah tanda
tanya. Sudah lama aku tidak bertemu dengan dia. Meski tidak dalam hitungan
bulan atau tahun. Tapi aku merasakan waktu sangat lama.
Tidak berubah, pikirku saat
bertemu dengannya. Masih sama seperti saat terakhir kali bertemu. Semangat,
ceria, dan senyumannya. Sungguh indah, sulit untuk mendeskripsikan sesuatu yang
ada pada dirinya. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan semua ini.
Dari sejak aku bertemu dengannya sampai saat ini aku masih mencari jawaban. Jawaban
atas semua pertanyaan di otakku, yang membuatku merasa sungguh menikmati hidup
ini. Meskipun pertemuan itu hanya sekejap, namun itu saja sudah cukup buatku.
Mungkin…
Seperti sifat dasar manusia, yang
selalu merasa tidak puas atas apa yang diterimanya. Begitupun aku yang
menginginkan waktu akan berjalan lebih lambat, agar setiap ekspresi wajahnya
dapat terekam oleh otakku. Sehingga saat aku merasakan kerinduan ini, rekaman
itu dapat kuputar kembali. Berulang-ulang dan terus menerus. Layaknya sebuah
ipod yang memutar lagu yang sama tanpa aku merasa bosan dan jenuh.
Aku selalu mengelak dari keadaan
yang terjadi. Menghidar dari kenyataan bahwa aku masih merindukannya.
Menginginkannya untuk berjalan di sampingku, melewati setiap jalan hidup yang
mesti aku jalani. Apakah aku egois? Lagi-lagi jawabanku sendiri adalah
mungkin. Kebimbangan ini selalu berjalan lebih dekat di sisiku. Inginku menjauh
dari bimbang. Tetapi seolah aku menikmatinya, membiarkan ‘dia’ selalu
mendampingiku. Selalu stagnan pada keadaan itu.
February, 02 2007
06.27 pm
———————————-
Hidup adalah sebuah pilihan
———————————-
Oiii…tumben bisa serius. Smangat!!!
(“.)/
February 3rd, 2007 at 7:22 am
yeaah!!!
btw ga cuma hidup, sedih juga pilihan loh brur..
February 3rd, 2007 at 4:23 pm
jgn ikt stagnan dgn keadaan…
knp msh diam???
do something bro…!!!!!
GO!!GO!!
February 4th, 2007 at 1:58 am
gilee.. booo
baru kali ini gw tau elo melankolis bgt boo
ciayoo..
jgn sampe berlalu gitu aja
February 5th, 2007 at 7:36 am
@nurul
masalahnya mo do something yang kayak apa?
February 5th, 2007 at 7:40 am
@-essTHer-
heu3x…
gw-kan tipe orng yg melankolis :p
masa lo br nyadar sekarang, 3 th non kita temenan masa ga perhatian banget seh? heu3x….
Gw…pesen Hot Coklat satu yak…he3x
February 5th, 2007 at 7:46 am
@’jelek’
sedihkan bagian dari hidup bung…
wislah…kita tuh nek gi podo2 sedih kie yo podo.he3x…
February 6th, 2007 at 8:19 pm
Daripada mumet mikirin cewe’ or something suck tentang “L-O-V-E”, lebih baek nggarap TA ne ae dabh !!!
Salah satu biang kepusingan di dunia ini adalah WANITA. Mikirin sih boleh, asal jgn terlalu berharap lebih, mung dadi loro ati thok.
Jalani aja dengan orang2x yang udah ada di sekitarmu saat ini, yang peduli dengan keberadaanmu,yg laen pasti nyusul dibelakang.
February 7th, 2007 at 12:20 am
“Penjahat dan buaya mengatakan : ”
Daripada mumet mikirin cewe’ or something suck tentang “L-O-V-E”, lebih baek nggarap TA ne ae dabh !!!
Salah satu biang kepusingan di dunia ini adalah WANITA. Mikirin sih boleh, asal jgn terlalu berharap lebih, mung dadi loro ati thok.
Jalani aja dengan orang2x yang udah ada di sekitarmu saat ini, yang peduli dengan keberadaanmu,yg laen pasti nyusul dibelakang.
February 7th, 2007 at 7:32 am
halaaah. thEOnly opo.. mosok karo wedok ae wedi.. nek wedi ya wedi dhewe ae.. mosok ajak-ajak… nggak ‘buaya’ banget..
hwakakakakakaka….