Merdeka or merinding?

bukan mencari belas kasih


haruskah tubuh renta kami
merasakan kembali dinginnya angin malam
menggigil oleh guyuran air hujan


yang kami sebut rumah sudah bukan menjadi hak kami
tempat kami mendapat sesuap nasi dan pengaharapan akan hari esok
tetes keringat kami menjadi tak berharga lagi didepan mereka


demi kaum-kaum kapitalis
untuk membuncitkan perut-perut lapar mereka
tempat kami bernaung harus hancur oleh mesin besi dan ayunan palu


negara ini memang berstatus merdeka
tapi bukan aman yang kami rasakan
melainkan pentungan kayu dan lemparan batu

–boeat kaoem2 kapitalis–

3 Responses to “Merdeka or merinding?”

  1. 'jelek' Says:

    revolusi dimulai hari ini.

  2. Pamako Says:

    copy puisinya siapa nih bung!!!

  3. ' ' ErOSs Says:

    buat sendiri donk..
    sori ye … nge-bajak (kalo mp3 ma software ga apa2 ^_^)

Leave a Reply