Jalan?

Seorang pemuda berjalan ke suatu tempat bersama teman-temannya. Mereka berjalan di sebuah jalan aspal yang lebar dan halus. Tetapi saat menoleh ke samping, dia melihat seorang temannya berjalan di pinggir dan berkata "Mengapa kamu memilih berjalan di pinggir yang penuh dengan kerikil dan duri yang tajam?Sehingga kakimu akan terluka.Tidakkah kamu mempersulit dirimu sendiri?".
Akan tetapi temannya itu menjawab "Aku merasa lebih nyaman dan aman berjalan disini. Setidaknya kakiku tidak akan melepuh karena panas, dan aku tidak akan khawatir akan tertabrak oleh mobil yang lewat.Jangan khawatir aku akan berjalan dengan hati-hati, sehingga kakiku tidak akan terluka."

Kadang jalan hidup seseorang agaknya terlalu sulit untuk kita pahami. Tetapi pilihan kembali pada diri kita masing-masing. Jika itu yang terbaik, whay not?

 

4 Responses to “Jalan?”

  1. 'jelek' Says:

    jalan di pinggir di tengah.. entah itu hanya setapak atau jalan paling rame. tak jarang orang memilih berjalan memutar untuk suatu tujuan. bukankah yang penting dari sebuah perjalanan hidup adalah prosesnya? sedang sebagian dari kita masih berpikir tentang tujuan.. yang penting cepat sampai.
    jadi inget lagunya Chrisye bikinan Ahmad Dhani.. ‘Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada’ atau gimana? tak selamanya tujuan jadi patokan

  2. bullova Says:

    baik bruknya perjalanan yang kita lewati…adalah tantangan dalam hidup.walaupun kita sdah memilih tuk hati2,jika akhirnya kaki luka.mgkin akan ttp luka!!!krana, kita tidak dapat mengtahui apa yang terjdi di masa depan kita.

  3. thEOnly Says:

    kalo gitu jalan2x pagi lagi yukz
    xixixixixixixi

  4. AnNa Says:

    yub ak se7 tu ma bullova ,,,karena kita juga nggak akan tau kalo ternyata pahit kehidupan tu pasti ada ,penuh dengan luka dan sakit yang harus kita lalui …cieeee (ngapusi bgt biasa na aja malah nangis)hehhehehheheh

Leave a Reply